Jadi Ketua Umum GINSI Jatim, Srikandi Asal Tuban ini Ajak Importir Daerah untuk Bergabung
Dalam rangka menekan biaya logistik, GINSI Jatim juga berencana menjalin kerja sama dengan penyedia jasa logistik. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperoleh tarif pengiriman yang lebih efisien dan kompetitif bagi anggota.
Di sisi lain, Hana menegaskan pentingnya menjalin hubungan baik dengan instansi pemerintah yang berkaitan langsung dengan importasi. Menurutnya, komunikasi yang intensif akan membantu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
“Kami akan membangun komunikasi aktif dengan Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan instansi lainnya. Forum dialog rutin akan kami lakukan agar persoalan importasi bisa dibahas secara terbuka,” jelasnya.

Tak kalah penting, GINSI Jawa Timur juga menaruh perhatian pada aspek perizinan dan kewajiban laporan impor. Melalui pelatihan, penyediaan template laporan, hingga pembentukan tim audit internal, Hana berharap seluruh anggota dapat menjalankan aktivitas importasi secara transparan dan sesuai aturan.
“Transparansi dan kepatuhan adalah fondasi utama. Jika anggota tertib laporan dan izin, maka kepercayaan pemerintah dan mitra usaha akan semakin kuat,” pungkas alumni SMA Negeri 2 Tuban ini kepada awak media.
Editor : Prayudianto