get app
inews
Aa Text
Read Next : Pasca Banjir, BPBD Tuban Kebut Pembersihan

Tradisi Keleman di Sendang Asmoro Tuban, Doa dan Gunungan Diperebutkan Demi Panen Melimpah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:21 WIB
header img
Ratusan warga sedang melakukan grebeg Gunungan yang berisi pala pendhem dan hasil bumi lainnya, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan rahmat berupa air Sendang Asmoro yang terus menerus mengairi sawah petani.

Keleman dalam Bahasa Indonesia berarti menenggelamkan. Melalui tradisi ini, warga berharap segala hama dan penyakit tanaman, khususnya padi yang sedang bunting, dapat dimusnahkan sehingga hasil panen melimpah.

Selain itu, warga membawa pala pendhem dan berbagai hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan air dari Sendang Asmoro yang selama ini mengairi sawah mereka.

 

 

Puncak acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat. Usai doa, makanan yang dibawa warga di makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

“hari ini kita melaksanakan kegiatan tradisi adat keleman, nggih. ini dalam rangka untuk mitoniutawi tingkepan dalam rangka untuk ngrujaki padi, seperti yang kita laksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya. ya, ngrujaki padi itu atau tingkepan, ini kan masa padi sedang bunting. nah, ini kita... sebagai wujud syukur dalam bentuk kita membawa segala uborampe berupa pala pendhem, hasil bumi, dan lain sebagainya, agar padi yang bunting ini ke depan bisa sampai panen melimpah ruah tanpa ada halangan berupa hama tanaman. kegiatan ini mudah-mudahan ke depan kami berharap bisa terus kami lestarikan, mendapatkan supportdari semua pihak, termasuk hari ini kita di-support dari lembaga pendidikan. ini sangat membantu sekali, sangat bermanfaat sekali, khususnya untuk adik-adik pelajar, sehingga tidak terputus ya pengetahuan adat, pelestarian adat budaya di desa ini, khususnya untuk adat keleman. warga semuanya membawa ambeng, ya. ambeng isinya pala pendhem, semua hasil bumi, termasuk salah satu khas dari kegiatan keleman adalah uler-uleran. ini simbolik dari hama tanaman berupa ulat, agar apa? agar masyarakat atau petani tahu bahwa uler-uleran atau ulat ini, atau hama tanaman ulat ini, harus kita antisipasi agar nanti selamat,” ujar Wawan Hariyadi, Kepala Desa Ngino.

Tradisi Keleman yang dikemas dalam pertunjukan budaya ini rutin digelar setiap tahun. Selain melestarikan warisan leluhur, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata di kawasan Wisata Sendang Asmoro.
 

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut