get app
inews
Aa Text
Read Next : Pasca Banjir, BPBD Tuban Kebut Pembersihan

Tradisi Ramadan, Ratusan Warga Antre Bubur Mudhor Gratis, Uniknya yang Memasak Kaum Laki-laki

Minggu, 22 Februari 2026 | 11:51 WIB
header img
Ratusan warga antre Bubur Mudhor gratis di Jalan Pemuda, Tuban, Jawa Timur, uniknya yang memasak Bubur Muhdhor ini semuanya kaum Laki-laki.

TUBAN, iNewsTuban.id - Masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memiliki sajian khas yang hanya hadir saat bulan suci Ramadan, namanya Bubur Mudhor. Hidangan berbahan dasar beras, santan kelapa, daging kambing dan racikan rempah khas Timur Tengah ini selalu diburu warga sebagai menu takjil.

Uniknya, yang memasak bubur ini semuanya kaum laki laki. Bubur ini dibagikan secara gratis dan hanya tersedia selama bulan suci Ramadan.

 

 

Bubur Mudhor diambil dari nama Masjid Mudhor yang berada di Jalan Pemuda, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Setiap hari selama Ramadan, halaman depan Masjid ini berubah menjadi dapur besar, di sinilah bubur khas tersebut dimasak sebelum dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat untuk berbuka puasa.

Sejak selepas adzan dhuhur, para pria mulai bergotong royong mempersiapkan proses memasak, beras dimasukkan ke dalam kuali berukuran besar yang telah dipenuhi air dan dipanaskan.

 

Setelah itu, santan kelapa, daging kambing, serta aneka rempah-rempah khas Timur Tengah ditambahkan.

Proses pengadukan tidak boleh berhenti. Selama kurang lebih dua jam, bubur terus diaduk agar tidak gosong di bagian bawah kuali. Jika sampai berhenti, aroma hangus dapat merusak cita rasa khasnya.

Tradisi ini telah berlangsung turun temurun setiap bulan Ramadan. Warga rela mengantre sejak sore hari demi mendapatkan seporsi Bubur Mudhor yang gurih dan kaya rempah.

 

 

Awalnya, bubur ini hanya diperuntukkan bagi kaum dhuafa dan para janda. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi berbagi ini terbuka untuk seluruh masyarakat dan jamaah yang ingin menikmati hidangan berbuka bersama di masjid.

Setiap harinya, panitia mengolah sekitar 30 kilogram beras dan 10 hingga 15 kilogram daging kambing. Dari jumlah tersebut, dihasilkan lebih dari 400 porsi bubur yang langsung habis dibagikan. Sebagian dinikmati jamaah di area masjid, sementara sisanya dibagikan kepada warga yang mengantre.

 

“sedang antre bubur, pak. bubur mundar. sering, setiap tahun antre di sini. kalau rasanya itu memang ada rempah-rempah di sini, pak. jadi untuk kesehatan sangat baik. biasanya makan satu piring sudah kenyang daripada nasi. tadi mulai dari jam setengah lima kurang... jam empat, pak. jam empat sudah antre. ya memang tradisinya begini, antrean orangnya banyak, pak.iya, sudah biasa begini. tiap hari. rumahnya perbon.iya, sama keluarga. berbagi sama keluarga,” ujar Ahmad Basori, pemburu Bubur Mudhor.

Tradisi memasak Bubur Mudhor telah menjadi agenda rutin setiap ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat kebersamaan warga. 

Persiapan bahan dilakukan oleh para ibu-ibu yang menyiapkan beras, santan, serta bumbu-bumbu khas. Setelah siap, bahan dibawa ke masjid untuk dimasak bersama para relawan pria yang bertugas mengaduk bubur hingga matang sempurna.

 

 

“dulu itu kalau bubur ini diolah itu sebagian dikirim ke mushola-mushola atau masjid-masjid sekitar sunan bonang, dulu ya. tapi kadang-kadang buat acara sekarang ya... masih ada yang gitu, cuma kebanyakan orang-orang dari luar masjid itu datang sendiri langsung ke masjid. jadi begitu kira-kira prosesnya pembuatan bubur suro (mudho), alhamdulillah masih tetap berjalan.bulan ramadan saja lainnya enggak ada,” ungkap Habib Agil Al Bunumay, Takmir Masjid Mudhor.

Bubur Mudhor bukan sekadar hidangan berbuka puasa. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, gotong royong dan semangat berbagi yang terus terjaga di tengah masyarakat tuban setiap datangnya bulan suci Ramadan.

 

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut