Tradisi Bubur Suro Sunan Bonang, Warisan Ratusan Tahun yang Tetap Hidup di Bulan Suci Ramadhan
Bubur terus di aduk tanpa henti selama kurang lebih dua jam, hingga mencapai tekstur yang lembut dan siap disajikan.
Saat waktu pembagian tiba, warga dari berbagai usia berkumpul di halaman makam, anak-anak hingga orang dewasa rela mengantre demi mendapatkan seporsi bubur untuk menu buka puasa.

Bagi para penikmatnya, Bubur Suro Sunan Bonang memiliki rasa yang khas. Gurih, kaya rempah dan memberikan sensasi hangat di tubuh.
“ini antre bubur suro dari halaman masjid sunan bonang. bubur suro khas tuban di makam sunan bonang ini. setiap bulan ramadan, mulai awal sampai satu bulan penuh. rasanya gurih, mantap rempah-rempahnya, dan di badan itu hangat. ya sukanya rasanya khas, tidak ada di tempat lain, jarang seperti ini itu. biasanya yang rasanya itu khas. saya antre sejak kecil, tahun 60-an ya, sekitar tahun 60-an sampai sekarang. setiap bulan ramadan. tadi berangkat jam setengah tiga berangkat, terus salat dulu di masjid sunan bonang ini, lantas setelah salat langsung antre sekitar jam tiga lebih seperempat. ini cepat sudah dapat,” ungkap Achmad Taufik, pemburu Bubur Suro.

Editor : Prayudianto