Rupiah Melemah, Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tempe di Tuban Perkecil Ukuran
Kenaikan harga kedelai membuat keuntungan usaha menurun. Namun demi mempertahankan pelanggan di tengah banyaknya persaingan penjualan tempe, Tri Mulyani memilih tidak menaikkan harga jual. Sebagai gantinya, ukuran tempe diperkecil agar usaha tetap bisa bertahan dan produksi tetap berjalan normal.
“ya kalau keuntungan mungkin berkurang, nggih. terus kan untuk penjualan itu tergantung pemasaran, kan penjual sekarang kan banyak toh mas, persaingan. mungkin normal, lah. maksud saya kalau produksi ya normal. cuma keuntungan ya mesti berkurang. dulunya 8.000, 8.000-an sekarang 10.500. berarti naik 2.000 per kilo. diperkecil ukuran. kalau kenaikan penjualan naik nggak bisa. kan persaingan mungkin banyak toh,” ungkap Tri Mulyani, produsen tempe rumahan.

Selain harga kedelai impor yang terus naik, kedelai lokal dinilai belum bisa menjadi alternatif karena kualitasnya dianggap masih kalah dan ketersediaannya tidak menentu.
Meski keuntungan berkurang, para produsen tempe berharap harga kedelai impor bisa kembali stabil, sehingga usaha kecil mereka tetap bertahan dan tidak memberatkan masyarakat sebagai konsumen.
Saat ini tempe hasil produksi dijual dengan harga mulai Rp. 2.000 hingga Rp. 3.000 per potong tergantung ukuran.

Editor: Prayudianto