Teror Ribuan Lalat Hitam, Warga Tuwiri Wetan Tuban Desak Relokasi Kandang Ayam Bumdes
Tak hanya mengganggu usaha warga, serangan lalat juga mulai merambah lingkungan sekolah di desa setempat. Proses belajar mengajar disebut ikut terganggu karena siswa harus berulang kali mengusir lalat yang berterbangan di dalam kelas.
Warga menyebut, teror lalat baru muncul sejak kandang ayam petelur milik bumdes beroperasi sekitar tiga bulan lalu. Mereka juga mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi terkait pendirian kandang tersebut.

Merasa aspirasinya belum mendapat tanggapan, warga kemudian meminta pendampingan lembaga bantuan hukum untuk mengawal permasalahan ini.
Mereka juga telah melakukan audiensi dengan pihak Bumdes dan Kecamatan, serta meminta KPRD Kabupaten Tuban turun tangan memfasilitasi penyelesaian konflik.
Sebagai bentuk protes, warga beramai-ramai mendatangi lokasi kandang ayam petelur. Mereka menuntut agar kandang dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari permukiman demi menghilangkan teror lalat yang mereka alami setiap hari.
Editor: Prayudianto