Broad Peak, Gunung Maut di Pakistan yang Tewaskan Nirmal Purja
Berikut beberapa alasannya:
1. Longsoran Salju Bisa Terjadi Kapan Saja
Bahaya terbesar di Broad Peak adalah avalanche atau longsoran salju. Perubahan suhu yang ekstrem membuat lapisan salju di lereng gunung menjadi tidak stabil. Longsoran bisa terjadi secara tiba-tiba dan menyapu jalur pendakian hanya dalam hitungan detik.
Ancaman inilah yang akhirnya merenggut nyawa Nirmal Purja dan sembilan pendaki lainnya saat ekspedisi pada 30 Juli 2026.
2. Berada di Death Zone
Broad Peak memiliki ketinggian lebih dari 8.000 meter, sehingga bagian atas gunung berada di kawasan yang dijuluki Death Zone.
Pada ketinggian tersebut, kadar oksigen hanya sekitar sepertiga dibandingkan permukaan laut. Tubuh manusia mulai kesulitan berfungsi normal, sehingga risiko penyakit ketinggian, edema otak, edema paru, hipotermia, hingga kehilangan kesadaran meningkat tajam.
Tak sedikit pendaki yang harus membatalkan pendakian karena kondisi fisik memburuk sebelum mencapai puncak.
3. Jalur Pendakian Sangat Panjang
Berbeda dengan beberapa gunung lain, Broad Peak memiliki jalur menuju puncak yang panjang dan menguras tenaga.
Pendaki harus melewati lereng salju, celah es, hingga punggungan sempit yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama berjam-jam. Kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal.
4. Cuaca Sulit Diprediksi
Pegunungan Karakoram dikenal memiliki cuaca yang sangat cepat berubah.
Langit cerah bisa mendadak berubah menjadi badai salju disertai angin kencang dalam waktu singkat.
Perubahan cuaca ekstrem inilah yang sering membuat jadwal pendakian berantakan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
5. Evakuasi Sangat Sulit
Salah satu tantangan terbesar apabila terjadi kecelakaan di Broad Peak adalah proses penyelamatan. Medan yang curam dan lokasi yang sangat tinggi membuat helikopter tidak selalu bisa melakukan evakuasi.
Editor : Prayudianto