Seluruh perlengkapan ini kemudian dibawa menuju sawah untuk melaksanakan ritual Wiwitan. Di sawah, lokasi pelaksanaan Wiwitan tidak dipilih sembarangan. Pemilik sawah akan menentukan titik khusus di ujung ladang yang biasa disebut pundung.
Di tempat inilah prosesi Wiwitan dilaksanakan. Oleh para petani, ayam panggang kemudian dipotong pada bagian kepala, sayap dan ceker.
Potongan ayam tersebut ditata di atas Pundung bersama pucuk nasi dan sesajen. Selanjutnya, warga menggelar doa bersama sebelum akhirnya makanan dibagikan dan dimakan bersama.
Menurut Nanda Dwi (22) anak dari pasangan Rustam dan Tumiyati, tradisi Wiwitan sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Temayang setiap menjelang masa panen padi.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait
