Petani Tuban Lestarikan Tradisi Wiwitan Jelang Panen Padi

Vian
Petani saat meletakkan ayam panggam dan sesajen lainnya di sebuah pundung, dipinggiran tanaman padi yang menghampar hijau.

Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan berkah hasil panen.

“tadi buat panggang ayam sama nasi tumpeng, mas. nasi tumpeng itu nasi yang berbentuk kayak gunung gitu, dikasih urap-urapan sama dikasih ada sajennya gitu. rencananya untuk wiwitan, mas. wiwitan itu kayak tradisi jawa di sawah buat panen padi, kalau mau panen padi gitu.  prosesnya tadi itu untuk panggang ayam sama sajen-sajennya itu nanti dibawa ke sawah, lalu didoakan sama tetangga gitu, mas, tetangga sawah gitu. iya, setiap tahun. biar panennya itu melimpah dan sebagai rasa syukur gitu, mas. iya, iya gitu sih mas tradisinya seperti itu,” ungkap Nanda Dwi, warga Desa Temayang.

 

 

Tak hanya di Desa Temayang, tradisi Wiwitan juga masih banyak ditemui di sejumlah desa lain di Kabupaten Tuban.

Meski dikemas dengan cara yang berbeda-beda, makna Wiwitan tetap sama, yaitu menjaga tradisi leluhur sekaligus mensyukuri hasil bumi yang dianugerahkan
 



Editor : Prayudianto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network