Keraton Matan Kalimantan Barat, Warisan Budaya Yang Seolah Terlupakan

Royvi Novriansyah
.
Senin, 08 Agustus 2022 | 12:25 WIB
Keraton Matan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat terlihat rusak. Foto : iNews.id. Siro.

KETAPANG, iNewstuban.id - Keraton Matan merupakan Keraton bekas Kerajaan Tanjungpura yakni salah satu kerajaan Melayu tertua di Kalimantan Barat yang sudah ada sejak abad ke-8. Berada tepat ditepian sungai Pawan yang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Ketapang, tepatnya di Jalan Pangeran Kesuma Jaya, Kelurahan Mulya Kerta, Kecamatan Benua Kayong, kota Ketapang, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Bangunan berarsitektur panggung terdiri dari bagian kaki, badan dan atap. Mempunyai luas bangunan 714 m2. serta terbuat dari kayu ulin, saat ini dipergunakan sebagai museum yang menampilkan berbagai memorabilia koleksi istana, seperti singgasana sultan dan permaisurinya, foto sultan dan keluarganya, kain tenun khas kerajaan, aneka batik kuno, serta benda-benda dan peralatan-peralatan peninggalan Kesultanan Tanjungpura lainnya, tersimpan didalamnya.

Namun saat reporter iNews.id memiliki kesempatan untuk berkunjung ke keraton yang berjarak sekitar 20 menit dari kota Ketapang ini, terlihat beberapa bagian dari bangunan yang terkesan kurang diperhatikan.

Menurut salah satu budayawan Melayu asal Kabupaten Ketapang Mahmud Mursalin (55) menyebutkan, keraton yang dulunya bernama kerajaan Tanjungpura saat ini sedang mengalami perselisihan faham antar keluarga akibat perubahan nama menjadi Keraton Matan.

"Tidak tahu lagi nantinya apakah akan kembali lagi menjadi Keraton Muhammad Saunan atau tetap menjadi Keraton Matan," sebut pria yang juga guru di SMP Negeri 1 Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (7/8/2022).

Penulis buku Syair Gulung Ketapang ini mengatakan, menurut sejarah Keraton Matan, raja terakhir bernama Muhammad Saunan. Sehingga keraton tersebut lebih dikenal dengan nama keraton Muhammad Saunan.

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini