Launching Buku 'Nahdlatul Ulama Era Digital' Nono Warnono : Menulis Tradisi Para Ulama Intelektual.
“kekayaan kebudayaan yang bagian dari kearifan lokal bisa ditulis dan didokumentasikan menjadi buku atau dalam berbagai platform digital. Dengan mengangkat tema lokalitas seperti tradisi benda atau piranti tempo dulu yang sekarang sudah langka, bisa menyelamatkan aset tersebut dari kepunahan,” ujar Nanang.
Sementara Totok Martono jurnalis iNewsTuban.id dan juga penulis, lebih mengupas tentang isi buku yang bergenre religi pembangun jiwa. Dirinya memberikan apresiasi karena dibutuhkan kesabaran, ketelatenan untuk penggalian data dan penulisan hingga lahirnya buku setebal 298 itu.
Ditambahkan Totok, Nono sendiri merupakan penulis multitalenta yang matang pengalaman hingga merajai penulisan berbahasa jawa semacam Cerkak, geguritan, cerita wayang, hingga cerita rakyat.

Tulisan opini, puisi dan cerpen juga bertebaran dimedia lokal dan nasional. Selain juga menulis puluhan buku berbahasa jawa dan Indonesia “Membaca tulisan Pak Nono sekaligus menimba banyak ilmu dan pengalaman hidupo yang mendalam,” ujar Totok yang telah melahirkan buku “Lelaki Mbeling yang disayang Tuhan’ dan ‘Gaspol dari Titik Nol’ itu.
Dalam launching buku terbarunya ini, Nono Warnono mengungkapkan dituliskan dalam waktu setahun. Dalam riset penggalian data dirinya mengaku banyak dibantu oleh pengurus LTN MWC NU Boureno.
Editor : Prayudianto