Pekan Kedua Ramadan, Produsen Kue Kering di Tuban Kebanjiran Pesanan
Pemasaran dilakukan melalui media social. Aneka varian yang ditawarkan antara lain nastar, putri salju, kastengel, sprit, cornflakes, sagu keju dan lainnya.
Pembeli tidak hanya berasal dari dalam kota saja, namun juga dari luar daerah seperti Pati, Jawa Tengah, Kalimantan dan Denpasar, Bali.

“di momen puasa mau idul fitri gitu ya, mas. ini dari online saja, dari wa, facebook, sama instagram. untuk tahun ini ada yang ke kalimantan, ke pati, sama ke denpasar. kalau yang denpasar itu tiap tahun pasti kirim. untuk paketan sementara 120 paket. kalau yang bijian belum... paling sekitar 100-an mungkin, sudah 100 lebih sih kalau yang bijian. kalau sehari, yang toples kecil itu bisa sampai 5 sampai 6 lusin. soalnya kita terbatas tenaga kerja ya. ya di h-10 itu, biasanya banyak yang nyari. kalau tahun lalu paketan lebih dari 300 ya. kalau yang bijian nggak ngitung, mas, paling murah ada di 60 sampai 100. itu yang untuk bijian ya. kalau yang paket, paket itu mulai 115 sampai 215, tergantung isi dan jenisnya,” ungkap Puji Setiawati, produsen kue kering.
Dalam sehari, Puji dan karyawannya mampu memproduksi 5 hingga 6 lusin toples kue kering. Namun karena keterbatasan tenaga kerja, pesanan akan dibatasi mulai H-10 sebelum lebaran, agar seluruh order yang sudah masuk dapat terselesaikan tepat waktu.

Editor : Prayudianto