Menurut cerita dari warga sekitar, sebelum Mbah Mbah Ali Machrus masuk ke Desa Kedungprimpen, desa tersebut terkenal dengan desa yang masih jahiliyah dan tak mengenal agama sekalipun. Ketika Mbah Ali Machrus masuk ke desa tersebut, barulah warga Desa Kedungprimpen mengenal agama Islam.
Ada juga warga yang mengisahkan, bahkan Mbah Ali Machrus konon merupakan pasukan Pangeran Diponegoro yang berjuang melawan pendudukan Belanda di tanah Jawa. Saat Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda dan diasingkan keluar daerah, banyak pasukan yang membantu perjuangan Pangeran Diponegoro menyebar dan bergerak secara gerilya ke desa-desa yang jauh dari pantauan Belanda. Termasuk Mbah Ali Machrus yang berpencar dari pasukan lainnya dan akhirnya bermukim di Desa Kedungprimpen, yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo.
Mbah Ali Machrus lahir kisaran tahun 1792, dan masuk ke Desa Kedungprimpen tahun 1825 setelah Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda. Mbah Ali Machrus memiliki beberapa putra dan putri, dan Sebagian putranya ada yang jadi pendekar.
Editor : Prayudianto
Artikel Terkait