Sembahyang Bersama Jadi Inti Perayaan Imlek di Kwan Sing Bio Kelenteng Terbesar di Asia Tenggara
Perpaduan keduanya diyakini membawa dorongan kuat untuk terus bergerak maju, penuh optimism, serta menghadirkan perubahan yang lebih baik di tahun yang baru.
“ritualnya kalau malam ini sembahyang bersama, umat-umatnya itu kan kita sembahyang bersama di sini untuk menyambut imlek. diikuti mungkin sekitar 50 ya hari ini dari tuban sendiri. sembahyang bersama ini saja ke... ya sembahyang bersama ya seperti biasa, ke mengucapkan syukur ke tuhan lalu ke para dewa itu. di sini enggak ada. ya kita hanya sembahyang bersama. iya, kan kita ada dua tempat. jadi kita di klenteng yang di tjoe ling kiong alun-alun, terakhir kita di kwan sing bio. untuk saat ini shio kuda api, maknanya untuk keberanian, semangat tinggi, dan dorongan untuk bergerak maju dan optimis. harapannya, kalau saya karena ini ya, khusus untuk klentengnya, semoga klenteng semakin maju, bisa terus berbagi untuk masyarakat sekitar, semakin banyak kegiatan sosial juga, dan umat dan pengunjung semakin banyak yang datang. dan untuk bangsa indonesia sendiri semoga semakin terus maju dan dapat membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan,” ungkap Liana, Staff Karyawan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Pihak Klenteng berharap, di tahun yang baru ini, Klenteng Kwan Sing Bio Tuban dapat terus menjadi tempat ibadah yang membawa kedamaian, serta mampu meningkatkan kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar.
Meski perayaan tahun ini terlihat lebih sepi, semangat dan harapan para umat tetap menyala. Mereka meyakini, tahun Kuda Api akan menjadi momen untuk bangkit, bergerak maju dan membawa perubahan yang lebih baik bagi Indonesia.
Editor : Prayudianto