Pernik Ramadhan, Lapak Dadakan Cumi Bakar Jadi Primadona Pasar Takjil Ramadhan di Tuban
TUBAN, iNewsTuban.id - Ramadhan menghadirkan suasana berbeda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, ruas Jalan Sunan Kalijogo mendadak dipenuhi pedagang dan pembeli takjil.
Kanan kiri jalan sesak oleh warga yang berburu hidangan untuk berbuka. Deretan lapak dadakan memanjakan mata, sementara aroma Cumi Bakar dan Aneka Seafood menggoda selera. Tak heran, lokasi ini menjadi primadona warga untuk ngabuburit berburu takjil setiap Ramadhan.

Suasana ramai dan penuh antusiasme warga tampak di sepanjang Jalan Sunan Kalijogo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Ruas jalan yang biasanya lengang berubah menjadi lautan manusia. Pembeli takjil memadati area ini, bahkan arus lalu lintas sempat melambat karena ramainya pengunjung.

Sejak pukul tiga sore, para pedagang mulai menggelar dagangan. Memasuki pukul empat hingga menjelang magrib, jalan tersebut semakin dipenuhi pemburu takjil yang datang bersama keluarga maupun teman. Suasana ngabuburit terasa kental dengan tawa dan obrolan warga.
Beragam menu takjil tersaji, mulai dari dimsum, gorengan, bakso, es degan, hingga aneka minuman segar. Namun salah satu yang paling menyita perhatian adalah lapak Cumi Bakar Mas Yank.

Aneka Seafood seperti Cumi Bakar, udang, lobster, cumi bakso, cumi sosis dan gurita menjadi buruan para pembeli.
“tadi beli cumi sama udang.ini kan memang spesial momen bulan ramadan ini di jalan eh gor, sekitar gor ini biasanya banyak jajanan. jadi eh banyak orang-orang ngabuburit-nya sambil nyari takjil, kayak gitu. iya, kalau pas menjelang puasa kayak gini banyak yang jualan. tapi ada biasanya sih, cuma ya sedikit gitu, nggak nggak nggak kayak banyak seperti ini. sampai macet tadi jalannya. tadi jam 4 ke sini. iya, sambil ngabuburit terus cari takjil buat buka puasa nanti,” ujar Diah Ayu, pemburu takjil.

Harganya terbilang terjangkau, mulai dari sepuluh ribu hingga lima belas ribu rupiah per tusuk. Setiap hari selama ramadhan, pedagang mampu menghabiskan hingga belasan kilogram seafood.
“cumi, gurita, sama udang iya. hari biasa cuma di cfd (car free day) aja, setiap hari minggu. ya, karena momennya aja mungkin, mas. dari rp10.000 sampai rp15.000. dari jam 3 sore sampai habis .ya, lumayan. alhamdulillah gitu. 10 sampai 15 kilo berbagai jenis, iya. jam 4. jam 4 mulai ramai, jam 5 ramai-ramainya. iya, sampai menjelang buka puasa,” kata Dyandries Dessy Alfiani, penjual takjil cumi bakar.
Bagi warga, pasar takjil dadakan ini bukan hanya tempat membeli makanan, namun juga menjadi ruang sosial untuk menikmati suasana sore Ramadhan. Tradisi ngabuburit sambil berburu takjil pun menjadi momen yang selalu dinantikan setiap tahun.

Editor : Prayudianto