Tradisi Ramadan, Ratusan Warga Antre Bubur Mudhor Gratis, Uniknya yang Memasak Kaum Laki-laki
Setelah itu, santan kelapa, daging kambing, serta aneka rempah-rempah khas Timur Tengah ditambahkan.
Proses pengadukan tidak boleh berhenti. Selama kurang lebih dua jam, bubur terus diaduk agar tidak gosong di bagian bawah kuali. Jika sampai berhenti, aroma hangus dapat merusak cita rasa khasnya.
Tradisi ini telah berlangsung turun temurun setiap bulan Ramadan. Warga rela mengantre sejak sore hari demi mendapatkan seporsi Bubur Mudhor yang gurih dan kaya rempah.

Awalnya, bubur ini hanya diperuntukkan bagi kaum dhuafa dan para janda. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi berbagi ini terbuka untuk seluruh masyarakat dan jamaah yang ingin menikmati hidangan berbuka bersama di masjid.
Setiap harinya, panitia mengolah sekitar 30 kilogram beras dan 10 hingga 15 kilogram daging kambing. Dari jumlah tersebut, dihasilkan lebih dari 400 porsi bubur yang langsung habis dibagikan. Sebagian dinikmati jamaah di area masjid, sementara sisanya dibagikan kepada warga yang mengantre.

Editor : Prayudianto