get app
inews
Aa Text
Read Next : Pasca Banjir, BPBD Tuban Kebut Pembersihan

Awasi Makan Bergizi Gratis, Program Jaga Dapur Resmi Dimulai dari Tuban dan Bojonegoro

Kamis, 02 April 2026 | 10:56 WIB
header img
Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani, saat memberikan arahan dan sosialisaso terkait pengawan Program MBG di Pendopo Krido Manunggal, Tuban.

TUBAN, iNewsTuban.id - Upaya memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kejaksaan Republik Indonesia menggelar sosialisasi pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Tuban dan Bojonegoro.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal peluncuran sistem pengawasan berbasis partisipasi masyarakat melalui program Jaga Dapur MBG. Komitmen menjaga kualitas dan transparansi Program Makan Bergizi Gratis semakin diperkuat.

 

 

Bertempat di Pendopo Krido Manunggal, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Badan Gizi Nasional atau BGN bersama Kejaksaan Agung RI menggelar sosialisasi pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi bagi wilayah Tuban dan Bojonegoro.
 
Dalam kegiatan ini, Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan prioritas utama pemerintah.
 
Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara berlapis, mulai dari masyarakat, aparat internal pemerintah, hingga aparat penegak hukum.
 

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk aktif mengawasi melalui keterbukaan informasi dari setiap SPPG, termasuk menu dan harga makanan yang disajikan.
 
Tak hanya sosialisasi, Kejaksaan Agung RI juga meluncurkan program Jaga Dapur MBG yang pertama kali diterapkan di Tuban dan Bojonegoro, sebelum nantinya diperluas ke seluruh Indonesia.

 


 
Program ini memungkinkan para penerima manfaat, seperti sekolah dan masyarakat, untuk melaporkan secara langsung berbagai temuan di lapangan, baik terkait kualitas makanan, nilai gizi, maupun potensi penyimpangan.
 
“mudah-mudahan ini menjadi satu momentum, langkah menjaga atau meningkatkan pelaksanaan program, satu program prioritas yang paling nomor satu ya di program pemerintahan pak prabowo ini, yaitu program makan bergizi gratis,” ujar Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani, menjelaskan bahwa laporan yang masuk tidak hanya berisi keluhan, tetapi juga dapat memuat apresiasi terhadap kinerja dapur MBG.

 


 
Seluruh laporan akan diverifikasi, salah satunya dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa untuk memastikan keakuratan informasi di lapangan.
 
“itu karena ada, kan kami ada punya network ya. nah, itu ada beberapa anggota dpr yang daerah pemilihan di tuban dan bojonegoro yang mengadukan secara langsung kepada kita nih ada permasalahan, yang memang kan tadi ada masalah-masalah sebelumnya. nah, di sini kita bukan bicara yang sebelumnya nih. kita untuk mencegah ke depan. bagaimana mencegah ke depan, agar output atau produk dari sppg (satuan pelayanan pemenuhan gizi) atau ini,” kata Reda.

 


 
Dengan sistem ini, diharapkan pengawasan program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih transparan, partisipatif dan mampu mencegah berbagai penyimpangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Editor : Prayudianto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut